Our Works

High quality Anode from Zinc and Aluminium

 

Basic Principal

Sistem Perlindungan Kathodik

 
 

KOROSI, BAGAIMANA TERJADINYA?

Bilamana dua lempeng logam berbeda dicelupkan dalam larutan elektrolite, seperti air laut, sel-sel korosi akan terbentuk dimana logam yang satu menjadi anoda dan mengalami reduksi sementara logam yang lain menjadi katoda dan tetap bertahan.

Area anoda dan katoda selalu terjadi pada permukaan semua logam, hal ini disebabkan oleh perbedaan komposisi material dalam logam, tekanan local, perbedaan kondisi pelapisan dan keberadaan oksigen. Sebagai contoh, sebuah kapal dibangun dari ber ton-ton baja yang terbuat melalui bermacam proses oleh berbagai produsen, sehingga struktur baja dari kapal itu sendiri sebenarnya telah merupakan ‘rumah’ bagi sel-sel korosi.

Sel-sel korosi ini dapat diisolasi dengan penerapan pelapisan (coating). Tidak diragukan bahwa teknologi pelapisan untuk indrusti dan perkapalan modern telah memiliki stardard yang tertinggi, walaupun demikian, pencegahan pengeroposan yang sempurna belum dapat tercapai. Defisiensi dapat terjadi karena berbagai hal seperti persiapan permukaan yang tidak sempurna, penerapan tehnik pelapisan yang tidak tepat, atau kerusakan mekanis disebabkan benturan dengan obyek lain di laut atau gesekan dengan benda-benda kapal sendiri a.I. rantai jangkar.

Ketika ketidak-sempurnaan terjadi, pengeroposan akan membentuk pori-pori (‘pitting’) pada lokasi yang terbuka. Bila dibuarkan, proses ini akan menyebabkan lubang atau gangguan struktur yang memerlukan perbaikan serius atau bahkan pergantian seluruh struktur. Akibatnya, hal ini menyebabkan waktu yang terbuang sia-sia, kerugian material, menimbulkan kondisi yang non-produktif, atau kemungkinan kontaminasi muatan dan bahkan kerusakan lingkungan.

PRINSIP KERJA

Perlindungan kathodik didefinisikan sebagi pencegahan pengeroposan dengan cara penambahan anode-karbon atau menjadikan logam induk sebagai katode dengan menggunakan arus listrik DC.

Prinsip dari perlindungan kathodik adalah penambahan logam yang lebih elektro negative daripada area anode-katode, sehingga menimbulkan medan listrik.

Logam tambahan tersebut menjadi anode dan akan mengalami pengeroposan; dengan demikian logam tersebut menimbulkan arus ke logam induk yang dilindunginya, dan menjadikannya katode. Metode klasik perlindungan kathodik adalah menggunakan anode dengan komposisi magnesium, aluminium atau zinc yang sesuai, sehingga lebih cepat bekorosi dan menjadi ‘karbon’ untuk melindungi katode. Cara ini dikenal dengan istilah Anode Karbon (Sacrificial Anode).

Cara alternative adalah menjadikan seluruh struktur baja sebagai katode dengan menggunakan arus DC bertegangan rendah yang berasal dari induk arus listrik AC. Diperlukan sebuah transformer / rectifier untuk menghasilkan arus DC ke anode ‘sisipan’ yang dapat menyerap arus yang besar tanpa harus mengorbankan dirinya. Cara ini disebut Impressed Current System.

PENERAPAN

Pengeroposan akan menimbulkan hambatan berupa gesekan pada lambung kapal yang pada akhirnyaakan menyebabkan biaya operational yang tinggi. Kualitas pelapisan yang baik memberikan permukaan lambung yang halus, dan bersama-sama dengan system perlindungan kahodik yang tepat, dapat memastikan bahwa permukaan lambung terjaga daam keadaan baik.

             

Sistem anoda korban lazim digunakan untuk perlindungan kathodik pada lambung kapal karena tidak memerlukan perawatan lanjutan. Anode untuk lambung dirancang untuk melindungai setiap jengkal area dan dipasang merata untuk memastikan distribusi arus ke seluruh bagian.

Pada umumnya, anode yang terpasang di buritan, diletakkan lebih rapat karena turbulensi di bagian tersebut meningkatkan kandungan oksigen dalamair sehingga menyebabkan lebih korosif, dan oleh karena itu diperlukan kepadatan arus yang lebih tinggi untuk menghasilkan perlindungan kathodik.

VEKTOR&WILSON menyediakan berbagai macam produk dan jasa untuk penyelesaian masalah korosi dimana syatem perlindungan kathodik dapat diterapkan.

Popular post

Testimonials